From Indonesia to All Peacekeeper Over The World
"Komitmen
Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sesuai dengan alinea IV
Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 senantiasa
diwujudkan malalui partisipasi dan kontribusi aktif Indonesia di dalam Misi
Pemeliharaan Perdamaian PBB (UN Peacekeeping Operations/UN PKO).
Saat ini, jumlah personel Indonesia yang tengah bertugas dalam berbagai UN PKO
(sesuai data United Nations Department of Peacekeeping Operations per 30 November 2015) adalah sejumlah 2.840
personel, dan menempatkan Indonesia di urutan ke-12 dari 124 Troops/Police
Contributing Countries (T/PCC)."
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kutipan
teks di atas gua ambil dari web www.kemlu.go.id/id/kebijakan/isu-khusus/Pages/Partisipasi-Indonesia-dalam-Pasukan-Misi-Perdamaian-PBB.aspx dan foto di atas itu Sersan Dua Syalsabilla Intan yang baru menjomblo karena diputusin pacarnya sebelum berangkat ke Lebanon... empat tahun lalu..😋😋😊😊 sekarang mah udah punya pacar lagi kayanya. Tapi bagi cowo yang jomblo jangan khawatir, masih banyak disana sersan-sersan yang diputusin pacarnya karena akan berangkat untuk bertugas..
Pada
dasarnya Kontingen Garuda yang tergabung dalam misi peacekeeping di seluruh
dunia bersama-sama peacekeepers dari negara-negara anggota PBB lainnya
berkomitmen menjaga stabilitas gencatan senjata untuk menyelesaikan konflik
suatu negara dengan usaha-usaha politik.
Bayangkan
betapa besarnya pengorbanan yang mereka lakukan. Mereka rela meninggalkan anak
dan isteri mereka, bahkan ada yang rela diputusin pacarnya demi menjaga
perdamaian di negeri orang. Bayangkan! Tentunya mereka harus berdamai dengan
diri mereka sendiri dan keluarga mereka, termasuk "pacar" mereka
sebelum berangkat ke medan tugas memakai baret biru muda.
Tugas
yang mereka emban bukan hanya membuat negeri lain yang dilanda konflik
terbantu, namun juga membuat Indonesia semakin disegani di mata dunia. Bagi
kita di Indonesia, pastinya hal ini obat bagi rasa sakit hati dan kecewa
terhadap permasalahan internal di Indonesia macam korupsi, pembunuhan, hingga
agama yang bernilai paling suci dinistakan. Jujur gua sendiri bingung deh
nyelesaiinnya gimana. Mau bantu tapi bingung bantu apa karena gua sendiri minim
skill dan kapasitas. Doa pasti. Tapi suatu saat gua harus muncul ke permukaan
sebagai problemsolver, bukan troublemaker.
(nulis
ini jadi inget film I Leave My Heart in Lebanon)
Balik
lagi ke Kontingen Garuda yang merelakan semuanya tapi bukan harga diri untuk
Negeri orang yang tengah dilanda konflik, siapa yang menjadi obat pelipur lara
dan kecewa terhadap kerinduan dan keresahan akan tekanan-tekanan yang mereka
alami setiap harinya?
Mungkin
ga banyak yang bisa kita lakukan buat menjadi pelipur lara bagi mereka yang
bertugas di luar. Kita bisa berikan mereka prestasi yang membanggakan sehingga
mungkin terbesit di pikiran mereka "Wah gua ga berjuang sendiri
nih".
Gak
harus perang dan ga harus fisik, tapi cukup dengan memberikan tulisan-tulisan
positif seperti ini.
Sebagai
tambahan, mereka akan menghadapi bulan Ramadan dan pastinya Idul Fitri di
daerah konflik. Gua akan mencoba mengirim pesan ke mereka siapa tau mereka
baca.
Bogor, 16 Mei 2018
Kepada
Kontingen
Garuda
di
manapun kalian berada
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Saya seorang anak
lulusan sebuah SMA Negeri di Bogor yang mungkin mewakili perasaan teman-teman
saya di Indonesia kepada kontingen Garuda yang sedang mengemban misi perdamaian
dunia. Kami ingin menyampaikan betapa bangganya kami terhadap perjuangan dan pengorbanan
kalian para Penjaga Perdamaian. Tanpa dedikasi dan kerja kerasmu Indonesia tak
akan disegani dunia internasional macam sekarang ini. UNIFIL, UNAMID, MINUSCA,
MONUSCO, MINUSMA, MINURSO, MINUSTAH, UNMIL, UNMISS, UNISFA, tanpa
prestasi-prestasi mu yang terus kau torehkan setiap detiknya tak mungkin
Indonesia berjalan dengan percaya diri di hadapan negara-negara lain.
Kami ingin
menyampaikan betapa bangganya kami, di saat negeri ini tengah lupa bahwa ia
pernah berjaya di mata dunia, kalian berusaha mengembalikan kejayaan itu.
Mungkin keadaan politik di sini sedang kacau balau. Kita mungkin lupa berapa
harga yang kita bayar untuk merdeka. Tapi kalian seakan tak lupa dan tak malu
menunjukkan bahwa kita lah MACAN ASIA yang sesungguhnya. Dengan surat ini ingin
kami sampaikan, betapa berharganya kalian yang rela meninggalkan keluarga
kalian untuk mengemban amanah yang luar biasa. Kalian adalah pahlawan kami.
Kami ingin
menyampaikan bahwa kalian yang sedang melaksanakan tugas belum kami lupakan.
Lebaran tahun ini mungkin tidak kalian lewati di Indonesia, namun kalian harus
yakin bahwa inilah lebaran terindah yang pernah kalian lewati. Ingatlah bahwa
semua jasa-jasa kalian akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Inshaa Allah.
Pesan kami tidak
banyak, tetap jaga nama baik Kontingen dan nama baik Bangsa dan Negara kita.
Saya berdoa
kepada Allah SWT agar kalian selalu diberi kemudahan dan ketenangan hati
melewati berbagai tekanan yang kalian hadapi di sana.
From Bogor to all
Peacekeepers over the world, Happy Eid Al-Fitr “Mohon Maaf Lahir dan Batin”.
May Allah Bless you!
Anwar Imam Prayogi
Dan
pesan di atas bener-bener akan gua kirim ke UNIC (United Nation Information
Centre) melalui SMA gua.
Mungkin
hanya ini saja yang bisa gua tulis. Maafkan kalau ada salah kata dan makna.
Semoga bermanfaat.
Comments
Post a Comment